Prodi Manajemen UMPKU Perkuat Kurikulum Berbasis Dinamika Ekonomi dan Kebutuhan Industri

Manajemen UMPKU Perkuat Kurikulum Berbasis Dinamika Ekonomi dan Kebutuhan Industri

SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU) melaksanakan kegiatan benchmarking kurikulum pada Kamis (14/8/2025) di Ruang Sidang 1 Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kurikulum agar selaras dengan perkembangan ekonomi, dinamika bisnis, serta transformasi praktik manajerial yang terus berkembang.

Waktu
Kamis, 14 Agustus 2025
Tempat
Ruang Sidang 1 Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta
Narasumber Utama
Prof. Dr. M. Farid Wajdi, S.E., M.M.

Respons atas Perubahan Lingkungan Bisnis

Benchmarking kurikulum dilakukan sebagai respons terhadap perubahan lingkungan bisnis yang ditandai oleh meningkatnya kompleksitas pasar, digitalisasi proses bisnis, serta tuntutan efisiensi dan keberlanjutan organisasi. Dalam konteks tersebut, kurikulum manajemen tidak hanya dituntut mampu membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan analitis, pengambilan keputusan, dan kemampuan adaptif yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Penciptaan Nilai sebagai Orientasi Kurikulum

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. M. Farid Wajdi, S.E., M.M. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya kurikulum manajemen yang berorientasi pada penciptaan nilai (value creation), baik pada level organisasi maupun masyarakat. Menurutnya, kurikulum perlu dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap fungsi-fungsi inti manajemen, seperti perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya, pengendalian kinerja, serta kepemimpinan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Pandangan Pimpinan dan Pengelola Kurikulum

Wakil Rektor I UMPKU

Dr. Ida Untari, SKM., M.Kes.

Pengembangan kurikulum harus sejalan dengan visi universitas dalam menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, serta memiliki daya saing ekonomi dan etika profesional. Kurikulum perlu menjembatani teori manajemen dengan praktik bisnis yang kontekstual agar lulusan siap berkontribusi dalam pengambilan keputusan ekonomi di berbagai sektor.

Pengembangan Kurikulum UMPKU

Yuli Siyamto, S.Kom., M.Kom.

Penyempurnaan kurikulum diarahkan pada penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja, termasuk analisis bisnis, pemanfaatan teknologi informasi dalam manajemen, serta pemahaman model bisnis dan tata kelola organisasi. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

Kurikulum yang adaptif akan mendorong terciptanya lulusan dengan kompetensi manajerial, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan membaca peluang ekonomi, baik di sektor bisnis, pemerintahan, maupun organisasi sosial.

Ipin Prasojo, S.PdT., M.Kom., Dekan Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora UMPKU

Dekan Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora menilai benchmarking sebagai instrumen strategis untuk menjaga relevansi keilmuan manajemen.

Masukan dari Dosen Prodi Manajemen

Diskusi juga melibatkan dosen Program Studi Manajemen UMPKU, yakni Fauzi Ichwani, S.E., M.M. dan Asa Sheila Amelia, S.M., M.M. Keduanya menyoroti pentingnya integrasi mata kuliah manajemen dengan isu-isu aktual, seperti strategi bisnis, pengelolaan kinerja organisasi, dan kesiapan lulusan menghadapi persaingan pasar kerja. Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kurikulum yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi.

Komitmen Penguatan Kompetensi

Melalui kegiatan benchmarking ini, Prodi Manajemen UMPKU menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada penguatan kompetensi ekonomi dan bisnis, serta penguasaan prinsip-prinsip manajemen modern. Penyempurnaan kurikulum ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan analitis, kepemimpinan, dan daya saing, sehingga mampu berperan aktif dalam mendorong kinerja organisasi dan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.


Susan Boyle
Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus. Maecenas faucibus mollis interdum. Fusce dapibus, tellus ac. Maecenas faucibus mollis interdum.